5/03/2014

Penduduk Bertambah, Alam Pun Marah

Penduduk Bertambah, Alam Pun Marah
(kategori remaja)
 
Penduduk Bertambah, Alam Pun Marah
Masalah mengenai pertambahan penduduk merupakan masalah wajib yang dihadapi oleh suatu Negara, termasuk Negara kita tercinta Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan Negara dengan penduduk terbanyak ke 4 di dunia setelah China, India, dan Amerika. Sehingga hal ini memicu masalah ke berbagai aspek, salah satunya terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam. Berikut ini beberapa masalah mengenai akibat dari bertambahnya penduduk.
  • Penduduk Bertambah, Alam Pun MarahMenimbulkan Pemukiman yang padat penduduk. Untuk penduduk yang penghasilannya rendah, biaya untuk membangun rumah dan menghidupi keluarga tidak mencukupi, sehingga banyak orang yang membuat rumah di pinggiran sungai, di bawah jembatan dan sebagainya. Semakin banyak penduduk, semakin banyak pula sampah rumah tangganya. Akibat dari sifat kurang peduli dengan lingkungan sehingga terbentuklah pemukiman kumuh, sampah berserakan dimana-mana. Dan ketika musim hujan, rasa takut terhadap banjir tak dapat dihindarkan.
  • Kemudian, Pertambahan penduduk akan menyebabkan bertambahnya kebutuhan air bersih ditambah lagi dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan perairan seperti membuang sampah atau kotoran, limbah pabrik dan bahan kimia lainnya ke sungai, danau dan laut, dengan tidak terkendali. Hal ini menyebabkan persediaan air bersih menurun. Tanpa air, manusia tiada artinya.
  • Akibat berikutnya yaitu berkurangnya lahan hijau karena digunakan untuk membuat perumahan. Maka berkuranglah lahan produktif. Dan ketika hutan digunduli, hal ini membuat aliran air terganggu, yang menyebabkan banjir dan kemudian kekeringan di daerah yang terkena. Dengan demikian akan menyebabkan pula gangguan bagi daerah pemukiman manusia dan terancamnya jiwa.
  • Semakin banyak penduduknya, semakin banyak pula pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar dari zat-zat sisa seperti CO2 dan CO di udara semakin tinggi dan akhirnya dapat dikatakan bahwa udara telah tercemar dan juga banyak polusi udara yang dihasilkan oleh berbagai macam kendaraan dan pabrik yang mengakibatkan efek rumah kaca dan lapisan ozon yang semakin menipis. Dan lama-kelamaan cuaca terasa panas, dan manusia mulai gerah. 
    Penduduk Bertambah, Alam Pun Marah
Ternyata dengan bertambahnya penduduk tidak bisa di anggap remeh. Banyak muncul masalah-masalah yang dampaknya bukan hanya untuk pelaku, tapi juga untuk orang sekitarnya. Lalu, Bagaimanakah cara untuk mengatasinya? Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini. Berikut ini beberapa solusi yang ditawarkan:
  • Pemerintah menyediakan beberapa solusi yang telah di canangkan. Mulai dari mencanangkan program Keluarga Berencana (KB), menetapkan Undang-undang Perkawinan yang di dalamnya mengatur batas usia nikah, hingga embatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua.
  • Saya menyarankan agar masyarakat Indonesia untuk mengubah pola pikir mengenai "Banyak Anak Banyak Rezeki" menjadi "Anak Banyak jika Rezeki Banyak"
Bila solusi di atas dilaksanakan, di harapkan bisa mengurangi kepadatan penduduk di Indonesia untuk waktu yang akan datang. Dengan begitu kita tidak membuat alam ini marah dan mengeluarkan segala mara bahaya yang akan menimpa manusia akibat ulah manusia itu sendiri. Dengan kata lain meminimalisir dampak dari "Pertambahan Penduduk terhadap Keseimbangan Lingkungan dan Kelestarian Alam". Betapa indahnya hidup kalau kita umat manusia bisa menghargai  alam. Jangan pernah untuk mencoba mencaari masalah dengan alam. karena alam sama seperti manusia, alam juga bisa marah.
Penduduk Bertambah, Alam Pun Marah

Daftar Pustaka:  
http://anindya-intan-ardanari.blogspot.com 
http://karyaabdulrauf.blogspot.com